Diserang Hiu di Mesir, Turis Kehilangan Tangan dan Kaki Jumat, 30 Okt 2020

No Comments

 


Kairo- Tak hanya di Australia, baru-baru ini serangan hiu juga terjadi di resor Mesir Sharm El-Sheikh. Tangan dan kaki wisatawan jadi korban

Jumat (30/10/2020), peristiwa tragis itu dialami oleh seorang turis bocah berumur 12 tahun beserta seorang tur guide seperti diberitakan The Independent.

Kronologinya saat itu Anak Baru Gede (ABG) atau remaja yang berasal dari Ukraina itu sedang asyik snorkeling bersama ibu dan pemandu lokalnya. Hanya saja tak disangka-sangka, tiba-tiba seekor hiu dengan panjang dua meter menghampiri mereka.

Dalam video rekamannya, peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu pekan lalu (24/10). Kala itu, sang hiu yang berjenis sirip putih itu tampak agresif dan bertingkah tak biasa.

Tiba-tiba hiu itu menerkam tangan sang bocah serta kaki sang pemandu wisata setempat. Adapun si ibu cukup beruntung dan hanya mengalami luka ringan. Ketiganya segera mendapatkan perawatan intensif setibanya di rumah sakit.

Setelah itu, mereka bertiga langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayang, tangan sang bocah dan kaki sang pemandu wisata tak dapat diselamatkan dan harus diamputasi.

Atas kejadian itu, pihak berwenang segera menutup semua aktifitas di Cagar Alam Ras Mohammed yang jadi lokasi penyerangan hiu. Keputusan itu diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Mesir dalam pernyataan resminya.

Sejatinya, serangan hiu di Mesir merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Terakhir, seorang turis Jerman terbunuh akibat serangan hiu di tahun 2010 silam di Mesir.

PAITO SHANGHAI4D - EVENING 2020 - SEKARANG

No Comments
92182308
TAHUN 2020
Snin Slsa Rbu Kmis Jmat Sbtu Mggu
xxxx xxxx 9939 7887 4131 6968 0570
4013 9897 3912 4161 9335 1785 1829
1474 7288 3969 2420 1587 2130 5398
2411 0543 9582 5934 5404 1705 2552
5837 3328 9173 8267 5837 3476 1811
8153 6363 3582 0337 8888 5380 2237
9416 1664 0967 8064 5464 2369 3219
6801 4697 8228 3855 0387 6411 5167
1569 3427 3065 9444 0129 5098 9357
0858 3076 4550 0902 8147 1538 1034
4898 3885 6824 1325 0229 4241 7215
4813 4426 8378 7026 4677 6785 4955
6522 9156 3200 6207 7977 2984 7739
4675 6715 7963 0742 4193 8751 0352
5623 6458 2017 2423 9313 1904 2800
5511 7807 1452 0361 6353 1831 8528
5794 1330 4973 6720 8062 8948 5104
4541 5120 9215 3736 5058 6448 4174
2608 7850 4618 8396 8330 3729 7234
7016 5770 3856 6838 4688 8634 4320
2513 2767 0957 9145 5318 0332 1625
4299 9266 7335 2946 4989 7837 6025
5551 7875 3249 6035 7029 2710 9625
3503 3378 1143 6274 1465 1856 1299
7579 3932 7929 5541 1336 3406 9408
1939 4055 6379 2076 7942 7536 5004
0485 8798 6924 0726 6581 4875 6765
5338 3035 7201 6356 3011 7311 9754
0475 9129 0480 6285 0089 7416 7480
4552 8801 5452 8644 3769 7813 5838
8636 7223 3876 7657 5453 2087 6546
2890 2828 8087 6366 0830 6664 9467
6939 7441 4744 9841 6757 4038 8771
0000 2306 2371 4293 2705 6492 5443
9899 4956 9245 8510 5008 7020 2255
0124 7961 7253 2156 4716 1388 3469
9305 6095 5822 9172 8440 0685 1918
7459 4215 2769 6044 3112 8279 6282
9543 5197 1203 7532 2306 0683 8434
1876 4230 3816 2698 3672 9301 1160
5962 7680 2844 6510 8441 9287 4925
3065 0289 6738 7396 1600 4053 7365
5283 8602 3869 0237 1756 8029 8876
6152 2210 4868 2865 0448 5230 6814
7606 3174 1930 8706 9062 1152 9089
5007 2686 3098 4779 1983 6537 2308
0868 7826 9218 1002 2686 8533 6154
3406 4672 xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx

PAITO SHANGHAI4D - EVENING LENGKAP - ANGKA PENGELUARAN PASARAN SHANGHAI4D - EVENING SELALU DI UPDATE SETIAP HARI

Biografi Roger Waters

Biografi Roger Waters

No Comments
Pink Floyd's Roger Waters on Fighting Trump With Tour, Album - Rolling Stone

George Roger Waters (lahir di Surrey, Inggris, 6 September 1943; umur 77 tahun) adalah pemusik rock asal Inggris, penyanyi, pemain gitar dan gitar bass, penulis lagu, dan komponis. Selama menjadi pemain bass dan vokalis Pink Floyd antara tahun 1965-1985, Waters juga menulis lagu untuk menggantikan peran Syd Barrett.

Album konsep Pink Floyd seperti Animals, The Wall, Dark Side of the Moon, dan The Final Cut adalah karya pemikiran Waters. Selan itu, Waters menciptakan simbol-simbol Pink Floyd yang terkenal seperti Babi Pink Floyd and palu berbaris.

Setelah keluar dari Pink Floyd, Roger Waters menghasilkan 3 album studio, dan tampil dalam konser bersejarah The Wall Concert in Berlin tahun 1990. Pada tahun 2005, Waters mengeluarkan album rock opera berjudul Ça Ira. Masih pada tahun yang sama (2 Juli 2005), Waters dan Gilmour tampil bersama di London sebagai Pink Floyd dalam konser Live 8. Konser Live 8 adalah penampilan pertama Roger Waters bersama Pink Floyd setelah 24 tahun tidak tampil bersama.

Masa kecil hingga dewasa (1943-1965)

Waters dilahirkan sebagai George Roger Waters di Great Bookham, Surrey, dekat Leatherhead, dan dibesarkan di Cambridge, Inggris. Ayahnya, Eric Fletcher Waters adalah seorang komunis dan penganut pasifisme yang kuat, namun turut dalam Perang Dunia II dan gugur dalam Pertempuran Anzio tahun 1944. Pada waktu itu, Roger masih bayi berusia 5 bulan.

Waters secara tersirat menulis kesedihan atas kehilangan sang ayah dalam lagu-lagu yang ditulisnya. Album The Final Cut (1983) dipersembahkan bagi ayahnya yang gugur dalam pertempuran, dan begitu pula "When the Tigers Broke Free" yang pertama kali dipakai dalam versi layar lebar The Wall. Lirik yang ditulis Waters sering bertema ketidakpercayaan terhadap kekuasaan, khususnya pemerintah, institusi pendidikan, dan militer. Tema-tema seperti ini tersirat dalam lirik "When the Tigers Broke Free" yang merupakan ekspresi Waters atas pengorbanan sia-sia ayahnya di Anzio.

Waters bersama Syd Barrett bersekolah di Morley Memorial Junior School di Hills Road, Cambridge. Keduanya lalu meneruskan ke SMA, Cambridge County School for Boys (sekarang disebut Hills Road Sixth Form College). Di jalan yang sama terdapat sekolah David Gilmour (The Perse School).[1]. Waters bertemu Nick Mason dan Richard Wright sewaktu kuliah di Regent Street Polytechnic jurusan arsitektur. Waters dulunya senang sekali berolahraga, dan sering berenang di Sungai Cam, Grantchester Meadows. Pada usia 15 tahun, Waters menjadi ketua kelompok YCND kota Cambridge yang menuntut perlucutan senjata nuklir.

Era Pink Floyd (1965-1985)

Tahun 1965, Roger Waters bersama Syd Barrett, Richard Wright, dan Nick Mason mendirikan Pink Floyd (setelah sebelumnya berganti-ganti nama dan personel, lihat Pink Floyd). Barrett menulis hampir semua lagu, sedangkan Waters hanya menulis lagu "Take Up Thy Stethoscope and Walk" pada piringan hitam perdana The Piper at the Gates of Dawn. Album ini banyak menerima pujian dan melambungkan nama Pink Floyd. Kesuksesan Pink Floyd membuat kesehatan jiwa Syd Barrett semakin menurun dan kelakuannya semakin tidak terkontrol. Kondisi mental Syd membuatnya tidak bisa diandalkan sebagai vokalis utama dan gitaris Pink Floyd. Waters memaksakan Barrett untuk menjalani terapi psikiatris namun tidak berhasil. David Gilmour diminta untuk menggantikan Syd Barrett di akhir 1967. Mantan manajer Pink Floyd bahkan meragukan Pink Floyd bisa mempertahankan kesuksesan tanpa bakat artistik Syd Barrett. Waters mencoba menggantikan posisi Barrett, dan mulai memimpin proses berkesenian Pink Floyd yang baru. Di bawah Gilmour dan Waters, Pink Floyd melambung ke puncak ketenaran dan dikenal di seluruh dunia. Hingga kini, serangkaian album Pink Floyd dari tahun 1970-an masih dipuji kritikus musik, dan album Pink Floyd masuk daftar album paling laku dalam sejarah industri rekaman.

Tahun 1970, Waters membuat album soundtrack Music from "The Body" dengan dibantu komponis Inggris Ron Geesin. Album tersebut sebagian besar berisi musik instrumental diramu dengan lagu-lagu ciptaan Waters. Ron Geesin sebelumnya pernah membantu Pink Floyd sewaktu menulis lagu "Atom Heart Mother" untuk album berjudul sama. Sewaktu masih bersama Pink Floyd, Waters menulis hampir seluruh lagu-agu Pink Floyd, sambil secara agresif berusaha memegang kendali proses berkreasi di dalam grup. Konsep tematis Waters dijadikan landasan bagi album konsep seperti The Dark Side of the Moon dan Wish You Were Here. Waters menulis semua lirik dan sebagian musik untuk kedua album tersebut. Setelah karyanya terbukti sukses, Waters diangkat penulis utama lagu-lagu Pink Floyd. Sebagian besar komposisi musik untuk album Animals dan The Wall ditulis sendiri oleh Waters, walaupun masih bekerja sama dengan Gilmour soal penulisan musik.

Waters biasanya ditulis sebagai pemain gitar bass dan vokalis, namun sebenarnya Waters juga bisa memainkan gitar elektrik. Pada album Animals, Waters memainkan rhythm guitar untuk lagu "Pigs (Three Different Ones)" dan "Sheep". Selain itu, Waters juga pernah menambahkan synthesizer and tape effect untuk lagu-lagu Pink Floyd sebelumnya. Dalam karier solonya, Waters sering memainkan gitar akustik di panggung, khususnya untuk lagu-lagu dari album The Final Cut.

Selama masih diberi kesempatan menyumbangkan ide bermusik, rekan-rekannya tidak berkeberatan Waters memimpin konsep bermusik mereka, dan menulis lirik untuk lagu-lagu Pink Floyd. Di tengah pertikaian sengit di antara keduanya pada tahun 1995, Gilmour masih memuji Waters sebagai "motivator yang sangat pandai dan pastinya seorang penulis lirik yang hebat."  Beberapa lagu Pink Floyd yang sangat populer, seperti "Echoes", "Time", "Us and Them", "Wish You Were Here", dan "Shine On You Crazy Diamond" merupakan sinergi antara lirik yang tajam dan musik khas Gilmour yang melodis, ditambah pukulan drum Nick Mason yang lembut dan rapi, serta permainan kibor Richard Wright yang membahana. Lagu "Us and Them" dimulai dengan musik instrumental permainan kibor Wright yang lembut, namun tenggelam ke dalam kesedihan setelah memasuki bagian lirik antiperang yang ditulis Waters. Sayangnya, hubungan ideal saling memberi dan menerima secara perlahan-lahan menjadi retak. Waters menyebutnya sebagai konsekuensi kejenuhan mental dalam bermusik. Nama pencipta lagu menjadi sumber pertengkaran di antara mereka. Gilmour merasa kontribusinya dalam beberapa lagu (misalnya "Another Brick in the Wall, Part II" yang mencolok dengan gitar solo Gilmour) tidak membuat namanya ditulis sebagai pencipta lagu di sampul album. Nick Mason menulis tentang pertengkaran antaranggota Pink Floyd dalam memoar Inside Out: A Personal History of Pink Floyd. Waters ditulisnya sering berkepribadian egomania. Sewaktu rekaman album The Wall, Waters memutuskan untuk memecat Wright. Alasannya, masalah pribadi yang dihadapi Wright dianggap memengaruhi proses pembuatan album. Setelah itu, Wright tetap bermain dengan Pink Floyd sebagai musisi honorer.

Album The Final Cut dirilis tahun 1983, dan merupakan album kerjasama Waters, Gilmour, dan Mason yang terakhir. Walaupun diterbitkan sebagai album Pink Floyd, di sampul album ditulis sebagai "A requiem for the post war dream by Roger Waters, performed by Pink Floyd" ("Requim untuk mimpi pascaperang oleh Roger Waters, dibawakan oleh Pink Floyd"). Album The Final Cut merupakan album Pink Floyd dengan angka penjualan paling rendah dan sama sekali tidak menghasilkan singel. Gilmour berusaha menunda proses rekaman album sampai dirinya mendapat ide baru, tetapi Waters menolak. Peristiwa ini berakhir dengan bubarnya Pink Floyd seperti diumumkan Waters pada tahun 1985. Setelah ada usaha dari pihak Gilmour untuk terus menggunakan nama "Pink Floyd", pertengkaran Waters dan Gilmour berlanjut di pengadilan dan media massa. Perdamaian tercapai setelah Gilmour dan Mason memenangkan hak penggunaan nama Pink Floyd berikut hak atas sebagian besar lagu-lagu Pink Floyd. Waters memenangkan hak atas album The Wall (kecuali 3 lagu yang ditulisnya bersama Gilmour), Animals, dan The Final Cut, berikut simbol Babi Pink Floyd.

Bagi penggemar Pink Floyd, album yang diproduksi selama Waters dan Gilmour masih akur (1971-1979) merupakan periode "klasik" Pink Floyd. Di dalam tinjauan musik pada akhir tahun 1987, majalah Rolling Stone menulis bahwa bila digabungkan, album solo Waters Radio K.A.O.S. dan album Pink Floyd tanpa Waters A Momentary Lapse of Reason bisa menjadi kelanjutan album Dark Side of the Moon.

Masa awal karier solo (1985-2002)

Sepanjang karier solonya, Waters menghasilkan 3 album studio dan satu album soundtrack dengan angka penjualan yang tidak luar biasa. Walaupun demikian, album konsep yang dihasilkan Waters selama berkarier solo masih sering dipuji dan dibanding-bandingkan dengan karyanya sewaktu masih bersama Pink Floyd.

Album solo perdana, The Pros and Cons of Hitch Hiking dirilis tahun 1984. Isinya tentang mimpi-mimpi seorang lelaki di suatu malam. Musisi yang mendukung Waters selama rekaman di antaranya gitaris Eric Clapton dan pemain saksofon jazz David Sanborn. Materi album ini ditulis Waters sewaktu pembuatan album The Wall, dan sempat diajukannya kepada anggota Pink Floyd yang lain. KonsepThe Wall ternyata lebih disukai dibandingkan The Pros and Cons of Hitch Hiking ditangguhkan. Waters bahkan sudah membuat pita demo yang dimainkan di hadapan rekan-rekannya, namun materi album tersebut dianggap sangat bersifat pribadi. Waters akhirnya menyimpan The Pros and Cons of Hitch Hiking untuk digunakan sebagai album solo di kemudian hari.

Pada tahun 1986, Waters menulis lagu untuk musik latar film When the Wind Blows. Waters menamakan band pengiringnya "The Bleeding Hearts Band" dengan Paul Carrack sebagai bintang tamu.

Tahun 1987, Waters dan Bleeding Hearts Band (walaupun nama band pengiring sering tidak disebut-sebut) merilis album konsep berjudul Radio K.A.O.S.. Isinya tentang pria bernama Billy yang kepalanya bisa menerima gelombang radio. Album Radio K.A.O.S. diikuti tur promosi yang menggunakan sistem tata suara surround pada tahun yang sama.

Setelah keruntuhan Tembok Berlin tahun 1989, Waters mengadakan konser amal The Wall Concert in Berlin untuk memperingati berakhirnya pembagian Jerman Timur dan Jerman Barat. Konser dilangsungkan di Potsdamer Platz yang dulunya merupakan "daerah tak bertuan" di tembok Berlin. Pertunjukan menampilkan sejumlah bintang tamu, dan termasuk ke dalam daftar konser musik terbesar di dunia. Penonton diperkirakan berjumlah di atas 300 ribu orang, dan ditonton secara langsung oleh lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Tahun 1992, Waters merilis album Amused to Death tentang keburukan televisi, dan menjadi album Waters yang paling banyak menerima pujian dari pengamat musik. Album ini sering dibanding-bandingkan dengan karya Pink Floyd terdahulu, termasuk The Wall. Lagu "What God Wants, Pt. 1" sempat menjadi lagu hit dan menduduki urutan ke-4 tangga lagu mainstream rock.

Pada tahun 1999, Waters memulai konser keliling In the Flesh untuk membawakan lagu-lagu dari album solo dan karyanya bersama Pink Floyd. Tiket pertunjukan di Amerika laku keras sehingga pertunjukan harus dipindahkan ke arena yang lebih besar. Berdasarkan pengalaman konser tahun 1987 yang kurang diminati penonton, panitia pertunjukan hanya menyewa arena yang lebih kecil. Setelah tur berakhir, pertunjukan keliling In the Flesh dikemas sebagai album CD dan DVD In the Flesh Live. Sewaktu tur, Waters membawakan dua lagu baru "Flickering Flame" dan "Each Small Candle" yang diambil dari album solo berikutnya sebagai lagu penutup konser.

Karier solo (2002 hingga sekarang)

Roger Waters dalam konser Dark Side Of The Moon Live di Stadion Equity Members, Perth, Australia Barat (2007)
Pada tahun 2002, Waters tampil dalam pertunjukan yang diorganisir Countryside Alliance. Di bulan Juni tahun yang sama, Waters muncul di Glastonbury Festival untuk membawakan sejumlah lagu Pink Floyd.

Di pertengahan tahun 2004, perusahaan film Miramax mengumumkan pementasan The Wall di teater Broadway dengan Waters turut serta dalam proses produksi. Drama musikal The Wall tidak saja berisi lagu-lagu dari album The Wall, melainkan juga dari album Dark Side of the Moon, Wish You Were Here dan album-album lain, dengan tambahan komposisi musik yang baru.

Waters menulis opera tiga babak berjudul Ça Ira yang dipentaskan pertama kali di Malta dalam perayaan bergabungnya Malta ke dalam Uni Eropa. Musik pembuka (overture) opera Ça Ira pertama kali diperdengarkan di pelabuhan Grand Harbour, Valletta dalam pesta penyambutan bernama Welcome Europe, 1 Mei 2004. Peristiwa ini disiarkan secara langsung oleh saluran televisi yang tergabung dalam EBU.

Bulan September 2004, Waters merilis dua lagu baru, "To Kill The Child" dan "Leaving Beirut" yang inspirasinya didapat dari peristiwa Invasi Irak 2003. Kedua lagu tersebut hanya bisa dibeli di Internet, tetapi dirilis di Jepang sebagai CD singel.

Dalam konser amal NBC untuk pengumpulan dana bagi korban bencana Gempa bumi dan Tsunami Samudra Hindia (26 Desember 2004), Waters membawakan lagu "Wish You Were Here" bersama Eric Clapton.

Waters dan Pink Floyd berkumpul kembali dalam konser Live 8. Mereka membawakan 6 lagu yang secara keseluruhan panjangnya 23 menit, "Speak to Me/Breathe"/"Breathe (Reprise)", "Money", "Wish You Were Here", dan "Comfortably Numb". Sebelum memulai "Wish You Were Here", Waters berkata bahwa ia sangat terharu bisa kembali lagi bermain bersama ketiga rekannya, serta pertunjukan tersebut dipersembahkan bagi semua yang tidak bisa hadir dalam konser, terutama Syd Barrett.

Waters memberi komentar kepada Associated Press beberapa saat setelah Live 8 usai. Menurutnya, walaupun pertunjukan Pink Floyd berakhir dengan baik, kemungkinan Pink Floyd melakukan reuni sangatlah "tipis", karena perbedaan yang masih terus ada menyangkut ideologi dan konsep bermusik antara dirinya dan Gilmour. Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone, Waters menyangkal lebih jauh kemungkinan Pink Floyd kembali mengadakan pertunjukan keliling.

Pada bulan Februari 2005, melalui situs webnya Waters mengumumkan selesainya opera Ça Ira yang telah ditulisnya selama 16 tahun. Opera tersebut dirilis dalam bentuk satu set CD dan DVD oleh Sony Classical pada 27 September 2005. Opera Ça Ira menampilkan penyanyi bariton Bryn Terfel, penyanyi sopran Ying Huang, dan penyanyi tenor Paul Groves. Hari-hari penuh harapan di awal Revolusi Prancis merupakan latar belakang dari versi asli libretto (lirik opera) dalam bahasa Prancis yang ditulis Étienne Roda-Gil. Waters menulis ulang libretto tersebut ke dalam bahasa Inggris sejak tahun 1997.

Pada 20 Mei 2006, Waters bersama Roger Taylor, Eric Clapton, dan Nick Mason membawakan dua lagu "Wish You Were Here" dan "Comfortably Numb".

Rogers Waters berkeliling Eropa sepanjang musim panas 2006 untuk tampil dalam konser The Dark Side of the Moon Live Tour. Di musim gugur tahun yang sama, pertunjukan serupa juga digelar di Amerika Utara. Bagian pertama konser diisi dengan lagu-lagu klasik Pink Floyd dan lagu dari album solo Roger Waters, sedangkan sepanjang bagian kedua, The Dark Side of the Moon dimainkan secara lengkap. Mantan Pink Floyd, Nick Mason juga ikut bergabung pada sebagian jadwal pertunjukan. Richard Wright diundang untuk berpartisipasi namun menolak dengan alasan sedang mengerjakan proyek pribadi. Di Australia dan Selandia Baru, pertunjukan Roger Waters - The Dark Side of the Moon Live berlangsung tahun 2007, diikuti pertunjukan di beberapa kota di Asia, Eropa, Amerika Selatan, dan berakhir di Amerika Utara, bulan Juni 2007.

Waters menulis musik untuk film The Last Mimzy bersama komponis pemenang Academy Award, Howard Shore. Hasilnya adalah lagu "Hello (I Love You)" yang panjangnya sekitar 6 menit. Film The Last Mimzy diedarkan di Amerika Serikat bulan Maret 2007.

Penghargaan
Ketiga album solo Roger Waters meraih status piringan emas dari RIAA. Album opera Ça Ira sempat menduduki puncak tangga album musik klasik di Britania dan Amerika Serikat. Sebagai anggota Pink Floyd, nama Rogers Waters diabadikan oleh Museum Rock and Roll Hall of Fame di Britania Raya dan AS.

Kehidupan pribadi
Roger Waters menikah sebanyak 3 kali, dan memiliki 3 orang anak. Pernikahan pertama adalah dengan Judy Trim tahun 1969, namun keduanya bercerai tahun 1975. Pernikahan kedua pada tahun 1976 dengan Lady Carolyn Christie dikaruniai 2 orang anak. India Waters seorang model dan Harry Waters yang bermain kibor untuk ayahnya dalam konser The Dark Side of the Moon Live Tour. Percakapan antara India dan Harry bisa didengar dalam album The Pros and Cons of Hitch Hiking.

Setelah bercerai tahun 1992, Waters menikah lagi dengan aktris Pricilla Phillips, 28 Juli 1993. Setelah mendapat seorang anak laki-laki yang lahir tahun 1977 (bisa dilihat di DVD In the Flesh), Waters bercerai lagi pada tahun 2001. Waters kembali bertunangan pada tahun 2005 dengan seorang pelayan, Laurie Durning yang sudah dikencaninya selama beberapa tahun.

Daftar album solo
Album studio

  • Music from "The Body" (28 November 1970)
  • The Pros and Cons of Hitch Hiking (28 Mei 1984)
  • Radio K.A.O.S. (15 Juni 1987)
  • The Wall Live in Berlin (21 Juli 1990)
  • Amused to Death (1 September 1992)
  • In the Flesh Live (15 Desember 2000)
  • Flickering Flame: The Solo Years Vol. 1 (2 April 2002)
  • Ça Ira (26 September 2005)
Dijemput Helikopter Kepresidenan, Trump Dipindahkan ke RS Militer Walter Reed

Dijemput Helikopter Kepresidenan, Trump Dipindahkan ke RS Militer Walter Reed

No Comments
Helikopter kepresidenan AS Marine One berada di Gedung Putih untuk menjemput Donald Trump yang akan dipindahkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed.
Helikopter kepresidenan AS Marine One berada di Gedung Putih untuk menjemput Donald Trump yang akan dipindahkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. (Foto: CNN)


Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipindahkan ke pusat medis Walter Reed usai dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Trump akan diisolasi di rumah sakit militer itu setelah sebelumnya menjalani isolasi di Gedung Putih.

Dilansir CNN, Sabtu (3/10/2020), Trump mengalami demam sejak pagi waktu setempat. Demam yang dialami Trump konsisten setelah sebelumnya pihak Gedung Putih menyebut Trump mengalami 'gejala ringan'. Dokter di Gedung Putih menyebut Trump 'lelah'.

"Presiden Trump tetap dalam semangat yang baik, memiliki gejala ringan, dan telah bekerja sepanjang hari," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany.

"Trump akan segera menuju Pusat Medis Walter Reed - karena sangat berhati-hati, dan atas rekomendasi dari dokter dan ahli medisnya, Presiden akan bekerja dari kantor kepresidenan di Walter Reed selama beberapa hari ke depan," lanjutnya.

Helikopter kepresidenan Marine One telah mendarat di halaman Gedung Putih untuk menjemput Presiden Trump ke pusat medis Walter Reed di Maryland. Kabin depan helikopter itu akan ditutup, pilot dan awak kabin juga mengenakan masker.

Trump akan menghabiskan beberapa hari ke depan di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. McEnany mengatakan bahwa kondisi Trump "tetap bagus, memiliki gejala ringan, dan telah bekerja sepanjang hari".
Tertimbun Material Longsor, Jalan Trans Pantai Barat Donggala Lumpuh

Tertimbun Material Longsor, Jalan Trans Pantai Barat Donggala Lumpuh

No Comments
Tertimbun Material Longsor, Jalan Trans Pantai Barat Donggala Lumpuh

Jakarta - Longsor yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah menyebabkan jalan Trans Sulawesi Donggala- Tolitoli terputus. Badan jalan ditutupi material bebatuan serta lumpur dari gunung yang longsor.
Longsor terjadi di daerah perbatasan antara Desa Bou, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala pada Senin (28/9/2020) pukul 15.00 WITA. Pemerintah daerah Donggala sebelumnya menyebut bahwa hujan di wilayah Kab. Donggala dan sekitarnya itu terjadi sejak pukul 12.00 WITA-16.20 WITA.

"Kami belum menerima data yang real jumlah terjadi longsor di Kecamatan Sojol. Namun sore tadi, sementara jalan trans sulawesi tepat di perbatasan antara Desa Bou dan Desa Besik tertimbun longsor. Badan jalan tertimbun dan arus transportasi terputus," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Akris Fatah Yunus pada Senin (28/9/2020) malam.

Selain longsor, hujan yang intensitasnya tinggi itu juga mengakibatkan terjadinya di banjir Kecamatan Sojol. Data sementara 83 rumah terendam yang tersebar di dua dusun di Desa Bou.

"Hujan di wilayah Kab. Donggala dan sekitarnya itu terjadi sejak pukul 12.00 WITA-16.20 WITA. Sekitar jam 3 sore, longsor sudah terjadi pada sejumlah titik dan disusul banjir dengan arus yang cukup kencang di Desa Bou. Data sementara 83 rumah terendam," ucap Akris.

Sebagian warga yang telah dievakuasi, mengungsi di keluarga masing-masing yang lokasinya tidak jauh dari desa yang terdampak. Namun, cukup aman dari lokasi yang rawan terjadi banjir dan longsor.

Sementara itu menurut Kepala Desa Bou Arsyad Jaelangkara, banjir terjadi disebabkan oleh air hujan yang turun dari gunung bekas galian perbaikan jalan. Dia juga menyebut bahwa hingga kini belum ada menerima laporan adanya korban jiwa atas kejadian tersebut.

"Pokoknya itu area pegunungan yang bekas galian yang lokasinya tepat di tepi badan jalan longsor. Tidak ada korban jiwa, cuma ada beberapa rumah kena timbunan lumpur setinggi lutut orang dewasa" pungkasnya